Minggu, 10 April 2016

Pendakian dan Bersih Gunung 13 - 14 Mei 2015


Pendakian dan Bersih Gunung Ijen


Dengan lebih dari 200 gunung berapi aktif, Indonesia dikenal sebagai surga wisata bagi para petualang yang gemar mendaki gunung. Angka kunjungan mereka kian meningkat tahun-tahun terakhir ini. Sayangnya, ribuan orang yang mendaki gunung, baik untuk berpetualangan atau sekadar foto selfie, meninggalkan berton-ton sampah di sana: gelas, kertas atau plastik.





Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl.
Kegiatan Bersih Gunung merupakan agenda tahunan bagi REMPASS. Tujuannya adalah untuk menyadarkan anak muda Indonesia mengenai ancaman ekologis yang dapat ditimbulkan akibat sampah-sampah ini dengan mengajak mereka untuk memungutnya. Kegiatan di puncak lebih fokus pada pendakian dan bersih-bersih sampah di sepanjang jalur pendakian.




Selasa, 09 Juli 2013

DIKLATSAR REMPASS

DIKLATSAR REMPASS

 

Secara garis besar Program pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) REMPASS dilaksanakan  :
  1. Untuk membekali para calon anggota REMPASS dengan pengetahuan dan keterampilan berupa teori maupun praktek Kepecinta Alaman, keorganisasian, lidership dan manajemen serta pembentukan kemampuan fisik dan mentalitas yang dibutuhkan untuk persiapan aktivitas alam bebas.
  2. Dalam rangka merekrut Anggota Baru sebagai tongkat estafet Organisasi serta menciptakan generasi yang peduli akan kelestarian alam dan mampu menjawab berbagai macam persoalan lingkungan sosial lainnya.
Materi yang diberikan antara lain :
  1. NAVRAT
  2. SAR
  3. SURVIVAL
  4. MOUNTAINERING
  5. P3K

Mendirikan Bivak
Sebagai penggiat kegiatan alam bebas, pengetahuan tentang medan merupakan sebuah modal yang harus dimiliki.

Pengetahuan penguasaan medan akan mempermudah kita untuk mencapai tujuan tertentu dan target tertentu dalam kegiatan alam bebas.

Selain itu, penguasaan medan ini juga dapat berguna dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Untuk pelaksanaan tugas SAR, evakuasi, dll.

 
Pengetahuan tentang medan ini antara lain meliputi survival, teknik hidup di alam bebas, dan navigasi darat. Selain mungkin ada bebarapa materi pendukung seperti perencanaan perjalanan, kesehatan perjalanan, komunikasi lapangan, pengetahuan geologi, pengetahuan lingkungan. 

Navigasi Darat
Navigasi darat adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta. Berkaitan dengan pengertian tersebut, pemahaman tentang kompas dan peta serta cara penggunaannya mutlak harus dikuasai.

Navigasi Darat



Survival dan Susur Sungai

Senin, 08 Juli 2013

XPDC ARGOPURO REMPASS 24 - 27 Juni 2013

Gunung Argopuro

Gunung Argopuro merupakan salah satu gunung yang memiliki pemandangan yang menawan. Gunung Argopuro berada di jajaran dataran tinggi YANG (Hyang). Pegunungan ini memiliki banyak puncak, beberapa puncak yang populer didaki adalah puncak Rengganis dan Puncak Argopuro di ketinggian 3.088 mdpl. Pendakian dilakukan pada hari Senin 24 Juni 2013, melalui jalur Baderan Besuki Situbondo. Dan Berakhir pada 27 Juni 2013.

Hari ke-2 Selasa 25 Juni 2013
POS MATA AIR I


Hari ke-2 Selasa 25 Juni 2013
PERJALANAN MENUJU MATA AIR II MELEWATI BATAS VEGETASI


 Hari ke-2 Selasa 25 Juni 2013
SABANA KECIL / ALUN-ALUN KECIL ARGOPURO



 Hari ke-4 Kamis 27 Juni 2013
PERJALANAN PULANG ISTIRAHAT SEJENAK DI SABANA KECIL / ALUN-ALUN KECIL ARGOPURO


 Hari ke-3 Rabu 26 Juni 2013
Melakukan Pemanasan Ringan di Cikasur sebelum perjalan menuju Puncak Rengganis Argopuro



  Hari ke-4 Kamis 27 Juni 2013
Cikasur sebelum perjalan pulang


 Hari ke-4 Kamis 27 Juni 2013
Cikasur sebelum perjalan pulang


  Hari ke-3 Rabu 26 Juni 2013
Puncak Rengganis Argopuro (Sensasi Negeri di Atas Awan)


 Hari ke-3 Rabu 26 Juni 2013
Puncak Rengganis Argopuro (Sensasi Negeri di Atas Awan)


Hari ke-3 Rabu 26 Juni 2013
Puncak Rengganis Argopuro (Sensasi Negeri di Atas Awan)


Senin, 18 Februari 2013

MOUNTAINERING (MENDAKI GUNUNG)

Mendaki gunung adalah suatu kegiatan keras, penuh petualangan, membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan, dan daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan yang seakan hendak mengungguli, merupakan daya tarik dari kegiatan ini.
Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah menguji kemampuan dirinya untuk bersekutu dengan alam yang keras, keberhasilan suatu pendakian yang sukar dan sulit berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan dirinya sendiri.


PENGERTIAN DAN TUJUAN KEGIATAN MOUNTAINEERING

- Mountain = Gunung
- Mountaineer = Orang yang berkegiatan di gunung
- Mountaineering = Segala sesuatu yang berkaitan dengan gunung atau dalam arti yang luas berarti suatu perjalanan yang meliputi mulai dari hill walking sampai pendakian ke puncak-puncak gunung yang sulit

Banyak alasan orang melakukan kegiatan mountaineering namun pada dasarnya keitan itu dilakukan untuk :

1. Mata pencaharian
2. Adat Istiadat
3. Agama /Kepercayaan
4. Ilmu Pengetahuan
5. Petualangan
6. Olahrag
7. Rekreasi

TERMONOLOGI GUNUNG

a) Gunung : Suatu puncak ketinggian dari atas permukaan laut dan dataran di sekelilingnya.
b) Pegunungan : Barisan/sekumpulan gunung yang saling berdekatan.
c) Bukit : Gunung Yang ketinggianya tidak lebih dari 600 mdpl
d) Perbukitan : Barisan/sekumpulan bukit yang saling berdekatan.
e) Tebing : Lereng pada dinding gunung yang terjal
f) Sadel : Pertemuan dua titik pada satu punggungan
g) Pass : Celah panjang diantara dua punggungan
h) Col : Celah sempit diantara dua puncak
i) Plateau : Dataran tinggi diatas daerah ketinggian
j) Summit : Puncak

Sumber : http://korpcitaka.wordpress.com

SEJARAH SINGKAT MOUNTAINEERING

Pendakian gunung sebenarnya telah dilakukan oleh para nenek moyang kita yang dimulai dengan bapak manuasia Nabi Adam AS yang menjelajahi bukit tursina untuk mencari cintanya Siti Hawa. Siti Hajar yang telah lintas dari bukit marwah ke bukit Safa ditemani dengan sherpa JIBRIL untuk mencari air bagi ismail yang lagi kehausan. Dan pendakian demi pendakian hingga saat ini masih terus berlangsung dan kelak (tak lama lagi ) giliran kalian untuk melanjutkan amanah menjaga kelanggengan kemanusian.

a. Sejarah Dunia

1942 : Anthoine de Ville memanjat tebing Mont Aiguille (2907 m) di pegunungan alpen untuk berburu chamois (Kambing gunung)
1624 : Pastor pastor Jesuit, melintasi pegunungan himalaya dari gharwal di Iindia ke Tibet menjalankan tugas misionarisnya
1760 : Professoe de Saussure menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menaklukkan puncak mont blanc guna kepentingan ilmiahnya.
1786 : Puncak tertinggi di pegunungan alpen Mont Blanc (4807 m) akhirnya dicapai oleh Dr. Michel Paccaro dan Jacquet Balmat.
1852 : Batu pertama jaman keemasan dunia keemasan di Alpen diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke puncak Wetterhorn (3.708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.
1852 : Sir George Everest, akhirnya menentukan ketinggian puncak tertinggi dunia, dan di abadikan dengan namanya (8.848 m), orang Nepal menyebut puncak ini dengan nama sagarmatha, orang tibet menyebutnya chomolungma.
1878 : Clinton Dent (bukan pepsoden) memnjat tebing Aigullie de dru di perancis yang memicu trend pemanjatan tebing yang tidak terlalu tinggi tetapi cukup curam dan sulit, banyak orang menganggap peristiwa ini adalah kelahiran panjat tebing
1895 : AF Mummery orang yang disebut sebagai bapak pendakian gunung modern hilang di Nanga Parbat (8.125 m), pendakian ini adalah pendakian pertama puncak di atas ketinggian 8.000 m
1924 : Mallory dan Irvina mencoba lagi mendaki Everest, keduanya hilang di ketinggian sekitar 8.400 m
1953 : Pada tanggal 29 mei Sir Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay akhirnya mencapai atap dunia puncak everest.

b. Sejarah Indonesia

1623 : Yan Carstenz adalah orang pertama melihat adanya pegunungan sangat tinggi, dan tertutup salju di pedalaman irian
1899 : Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz hampir 3 abad sebelumnya tentang “ … pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju!” di perdalaman Irian. Maka namanya diabadikan sebagai nama puncak yang kemudian ternyata merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia.
1962 : Puncak Carstenz akhirnya berhasil dicapai oleh tim pimpinan Heinrich Harrer.
1964 : Beberapa pendaki Jepang dan 3 orang Indonesia, yaitu Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Jaya di Irian. Puncak yang berhasil didaki itu sempat dianggap Puncak Carstensz, sebelum kemudian dibuktikan salah.

Puncak Eidenburg, juga di Irian, berhasil di daki oleh ekspedisi yang dipimpin Philip Temple.

Dua perkumpulan pendaki gunung tertua di Indonesia lahir : Wanadri di Bandung dan Mapala UI di Jakarta, lalu di susul oleh perkumpulan perhimpunan pencinta alam lainnya mulai dari, MPA,SISPALA, KPA, ERNIPALA, MODIPALA dan sebagainya

1972 : Mapala UI, diantaranya adalah Herman O. Lantang dan Rudy Badil, berhasil mencapai Puncak cartenz. Mereka merupakan orang-orang sipil pertama dari Indonesia yang mencapai puncak ini.

  Sumber : http://korpcitaka.wordpress.com

Gunung

Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari adat lokal. Beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu; misalnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.

Sebuah gunung biasanya terbentuk dari gerakan tektonik lempeng, gerakan orogenik atau gerakan epeirogenik. Pegunungan merupakan kumpulan atau barisan gunung.

Definisi
Sebenarnya tidak ada definisi umum untuk gunung. Ketinggian, volume, relief, kecuraman, jarak dan kontinuitas dapat dijadikan kriteria dalam mendefinisikan gunung. Menurut KBBI, definisi gunung adalah "Bukit yg sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dari 600 m)" Gunung paling tinggi di Indonesia adalah Jayawijaya berada di Papua.

Gunung dalam bahasa daerah

Terdapat banyak sekali penyebutan untuk "gunung" dalam bahasa daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah
  • Gunong, glee (Aceh)
  • Deleng (Karo)
  • Dolok (Batak)
  • Bukit (Melayu, berarti gunung kecil)
  • Pasir (Sunda)
  • Igir, wagir, wukir, meru (Jawa)
  • Bulu (Bugis)
  • Keli (Flores)
  • Nga (Papua pedalaman)
  • Olet (Sumbawa)
http://id.wikipedia.org

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons